Members | Sign In
Forum Nasionalis.Me > Destinasi Wisata
avatar

Lokasi Wisata Belanja di Sekitar Jakarta

posted Mar 30, 2012 09:15:08 by nasionalis.me
Selain memiliki Kota Tua Jakarta dan kekayaan wisata sejarah, Jakarta dipandang sebagai destinasi wisata belanja terbaik. Ada beberapa tempat di Jakarta yang merupakan surga bagi pengemar wisata belanja.

Pasar Baru

Pasar Baru, dulunya Passer Baroe, tidak bisa dipisahkan dari sejarah Jakarta. Pasar ini mulai ada sejak 1820, menjadikannya salah satu pusat perbelanjaan tertua di Jakarta.

Dinamakan Pasar Baru memang karena pasar ini relatif baru. Pasar Baru dibangun untuk melengkapi dua pasar besar yang sebelumnya ada, yakni Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang. Keduanya dibangun pada 1730-an.

Pasar Baru menyediakan aneka barang dagangan, mulai dari barang-barang kebutuhan primer, sekunder, tersier, hingga kuarter. Secara umum, pusat perbelanjaan Pasar Baru dibagi menjadi enam kawasan utama, yakni Metro Pasar Baru, Metro Atom, Harco Pasar Baru, Pasar Baru, Istana Pasar Baru, dan kawasan Pintu Air. Saat memasuki kawasan Metro Pasar Baru, misalnya, wisatawan akan menemukan deretan toko pakaian, toko perhiasan, arloji, barang optik, dan lain-lain.

Seiring munculnya pasar-pasar modern, pamor Pasar Baru segera menurun. Namun, bukan berarti sudah hilang dari hati para wisatawan, karena toh masih banyak yang mengunjungi Pasar Baru untuk belanja atau sekadar mengambil gambar karena arsitektur bangunannya yang unik.

Sentra Furnitur Bekas, Jalan Raharjo

Mahalnya harga perabotan rumah tangga dan kantor membuat sebagian orang berpikir untuk beralih menggunakan produk bekas. Nah, Jalan Saharjo adalah pusat untuk warga Ibu Kota untuk mendapatkan furnitur bekas.

Meningkatnya permintaan barang bekas membuat banyak pihak mulai memperhitungkan keberadaan usaha semacam ini. Untuk itu, Pasar yang terletak di Jalan Sahardjo, Manggarai, Jakarta Selatan, merupakan salah satu tempat yang bisa dikatakan pusatnya penjualan peralatan kantor bekas di Jakarta, mulai kursi, meja kantor, brankas, sampai lemari besi yang biasanya untuk menaruh berkas-berkas kantor.

Di lokasi ini tidak hanya bisa kita temui kursi-kursi untuk kebutuhan formal kantor saja melainkan kursi untuk kebutuhan lain juga ada, contoh kursi panjang yang biasa kita lihat di kafe, kursi lipat untuk pelajar atau mahasiswa, dan bangku taman yang terbuat dari besi juga tidak kalah menghiasi kios-kios di Jalan Saharjo ini.

Pasar Bunga Rawa Belong

Ingin memberikan sebuah hadiah untuk orang yang istimewa di hati Anda? Pilihan Anda bisa jatuh pada bunga, apalagi bila mencarinya di Pasar Rawa Belong di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang menyediakan beragam jenis bunga dengan kualitas prima.

Keberadaan pasar ini sering dikaitkan dengan keberadaan Si Pitung yaitu pahlawan Betawi yang menjadi legenda karena melawan penguasa Hindia Belanda dan membela rakyat kecil dari tuan tanah yang menindas rakyat kecil.

Pasar ini terletak di Jalan Sulaiman No. 50, Rawa Belong, terdiri dari dua bangunan yang saling berhadapan. Masing-masing bangunan punya dua lantai, setiap bangunannya terlihat sangat bersih dan apik. Pasar Bunga Rawabelong kini terus dikembangkan menjadi sentra penjualan bunga potong dan tanaman hias.

Pasar Kembang Cikini

Bagi Anda pencinta bunga atau mungkin ingin memberikan hadiah bagi orang terkasih, langsung saja mengunjungi Pasar Kembang Cikini, Jakarta Pusat. pasar bunga tertua di Jakarta.

Pasar Kembang Cikini tidak terlalu besar, hanya ada sekira 28 kios bunga di area berbentuk letter U ini. Letaknya tepat berada di depan Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Ketika masuk area pasar ini, harum semerbak bunga-bunga akan langsung menyambut Anda.

Di sini, Anda bisa melihat setiap kios dipenuhi bunga-bunga potong, seperti mawar, lily, dahlia, anggrek, melati, anyelir, gladiola, dan banyak lagi. Semuanya bisa dibeli secara batangan atau per ikat. Harganya pun cukup murah, sebatang mawar hanya Rp5 ribu dan seikatnya dibandrol dengan harga Rp30 ribu.

Barang Antik Jalan Surabaya

Terletak di tengah lingkungan mewah Jakarta Pusat, Menteng, terdapat jejeran kios-kios kecil yang menjual barang-barang antik. Ini dia pesona Jalan Surabaya.

Di jalan sepanjang sekira 500 meter ini, Anda dapat menemukan barang-barang antik, seperti patung-patung kayu, guci, kamera, jam dinding, pemutar piringan hitan, hingga lampu-lampu antik.

Salah satu kelebihan berbelanja di Jalan Surabaya adalah Anda tidak akan merasa kepanasan meskipun lokasi kiosnya berada di pinggir jalan. Banyak pohon rindang yang akan melindungi Anda dari sengatan sinar matahari.

Gubernur Ali Sadikin menetapkan tempat ini sebagai salah satu objek wisata utama di Jakarta. Karena terkenalnya, mantan Presiden Amerika, Bill Clinton, pernah mampir dan menengok pasar ini pada 1994.

Untuk mencapai tempat ini, Anda tinggal berjalan sedikit saja dari Stasiun Cikini ke arah Menteng, Jakarta Pusat, sekitar 500 meter saja. Bisa menggunakan, bajaj, kopaja, ataupun ojek.

Keramik Kawasan Rawasari

Bagi pencinta keramik, tentu tak asing mendengar kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ya, sejak dahulu kawasan ini sangat terkenal sebagai destinasi belanja sentra industri keramik di Jakarta.

Saking tersohornya, nama Rawasari terdengar hingga luar Jakarta. Tak heran jika penggemar dan pencinta keramik dari berbagai daerah datang ke tempat ini untuk sekadar mencari berbagai koleksi keramik.

Kawasan ini tepat berada di sisi bypass Rawasari, Jakarta Pusat. Di kawasan tersebut, berjejer sekira 10 kios pedagang keramik dari yang awalnya sekira 50 kios lalu berkurang akibat penggusuran. Produk yang dijual beragam, dari peralatan rumah tangga seperti piring dan mangkuk sampai pajangan rumah seperti guci dan teko-teko China. Yang agak berbeda, selain keramik China buatan sekarang yang biasa disebut keramik sablon, di kawasan ini juga dijual keramik China semiklasik yang tak kalah jumlah peminatnya.

Koleksi Aksesori Pasar Asemka

Ingin tampil cantik dan trendi dengan perhiasan, tapi tanpa menguras kantong? Atau, bingung mencari kado ulang tahun sahabat? Tak perlu pusing, Anda bisa belanja di salah satu destinasi belanja di Jakarta, yakni Pasar Asemka, sekaligus untuk berwisata.

Letak Pasar Asemka tidak jauh dari kawasan wisata Kota Tua yaitu di Jalan Asemka Raya, kelurahan Pinangsia, kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Pasar ini merupakan pusat grosir barang dagangan yang tergolong lengkap dan variatif dengan harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Adapula sebagian pedagang yang melayani pembeli secara eceran, tergantung jenis barang dan kebijakan dari sang penjual.

Bila ingin berbelanja, Anda perlu menanyakan terlebih dahulu apakah toko tersebut boleh membeli barang secara satuan atau tidak. Pasalnya, beberapa toko hanya memerbolehkan membeli minimal tiga buah untuk satu jenis barang. Adapula yang hanya memerbolehkan membeli minimal setengah lusin untuk satu jenis barang. Dan Bila Anda ingin berkunjung ke sini, sebaiknya datang dari pagi supaya bisa puas mengitari area perbelanjaan yang sangat luas ini.

Batu Mulia Pasar Rawa Bening

Anda merupakan salah satu penggemar hiasan di tangan atau jari? Apabila iya, penampilan Anda akan makin bersinar dengan batu mulia yang ditawarkan di Pasar Batu Mulia Jakarta Rawa Bening.

Jika bertempat tinggal di Jakarta atau Pulau Jawa, tak perlu terbang ke Martapura untuk mendapatkan koleksi batu mulia. Cobalah berkunjung ke Pasar Batu Mulia Jakarta atau Jakarta Gems Center di Rawabening Jatinegara, Jakarta Timur, yang merupakan salah satu destinasi belanja menarik.

Tepat di seberang Stasiun Jatinegara, Anda akan jumpai pasar modern yang cukup nyaman, yang telah direnovasi dan diresmikan pada 13 Mei 2010. Berbagai batu mulia dari dalam dan luar negeri ada di sana. Nama batu-batu yang jumlahnya mencapai ribuan jenis ini memiliki bermacam sebutan, antara lain arizona stabilized turq, dyed lapis, malachite, tigereye, pendot, citrine, rock crystal, red tigereye, black onix, snowflake, juga leopard skin. Dibanding batu lokal, batu impor mendominasi dagangan di pasar ini.

Souvenir Pernikahan Pasar Mester

Bagi Anda yang hendak berburu souvenir untuk pesta pernikahan dengan harga bersahabat, Anda bisa menyambangi pasar yang terletak di bilangan Jatinegara Jakarta Timur. Inilah Pasar Mester.

Pasar Mester Jatinegara merupakan salah satu destinasi wisata belanja di Jakarta yang merupakan pusat souvenir, tepatnya menghiasi lantai dasar. Asisten Usaha dan Pengembangan Pasar Jaya Mester Jatinegara, H. Syatiri, Pasar mester merupakan salah satu pasar yang tertua di Jakarta. Nama Mester diambil dari pemilik lahan waktu itu di masa penjajahan Belanda yakni Cornelis Meester, berasal dari Portugis yang berprofesi sebagai guru agama. Namun pada saat pendudukan Jepang di Indonesia, nama pasar ini berubah menjadi Pasar Mester Jatinegara.

Pasar Tanah Abang

Rasanya, tidak ada warga Jakarta yang tidak mengenal Pasar Tanah Abang, pasar retail fesyen dan tekstil grosir terbesar di Asia Tenggara. Pasar Tanah Abang telah menjadi pilihan belanja murah bagi warga Jakarta juga daerah sejak lama.

Pasar Tanah Abang dulunya disebut Pasar Sabtu, yang dibangun oleh tuan tanah Yustinus Vinck pada 30 Agustus 1735. Dulu, Pasar Tanah Abang hanya dibuka setiap Sabtu, dan saat itu mampu menyaingi pasar Senen yang sudah lebih maju.

Pasar Tanah Abang semakin berkembang setelah dibangunnya Stasiun Tanah Abang. Ditempat tersebut mulai dibangun tempat-tempat seperti Masjid Al Makmur dan Klenteng Hok Tek Tjen Sien yang keduanya seusia dengan Pasar Tanah Abang. Pada 1973, Pasar Tanah Abang diremajakan, diganti dengan empat bangunan berlantai empat, dan sudah mengalami dua kali kebakaran, pertama pada 30 Desember 1978, Blok A di Lantai 3 dan kedua menimpa Blok B pada 13 Agustus 1979.

Seiring dengan perkembangannya, Pemda Jakarta membangun Pasar Tanah Abang menjadi pusat grosir yang modern. Pasar Tanah Abang menjadi gedung pusat grosir berlantai 14 yang megah, modern, dan nyaman dilengkapi dengan pendingin udara. Kini, jumlah kios di Pasar tanah Abang telah lebih dari 10.000 kios.

Kain Pasar Mayestik

Salah satu tempat di Jakarta yang merupakan surga bagi pengemar wisata belanja adalah Pasar Mayestik. Satu hal menarik dari Pasar Mayestik, di sini Anda bisa menawar harga kain yang diinginkan.

Kawasan Mayestik terkenal sebagai salah satu sentra penjualan kain. Lokasinya yang dekat dengan pusat berbelanjaan dan pemukiman warga membuat kawasan ini tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, menjelang Lebaran dan hari-hari besar keagamaan, kawasan ini penuh sesak oleh pengunjung yang berburu kain untuk merayakannya.

Berlokasi di Jalan Tebah 3, Jakarta Selatan, kawasan ini dikenal sebagai pusat kain sejak 1970-an. Menariknya, tak cuma pedagang yang umumnya mewarisi usaha keluarga, pembeli kain di sana juga begitu.

Sentra Suvenir Sarinah

Tempat belanja yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, ini mulai dibangun pada 1963, kemudian diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1967. Nama Sarinah sendiri berasal dari nama pengasuh Soekarno pada masa kecil.

Awalnya, Sarinah dibangun setelah Soekarno melakukan lawatannya ke sejumlah negara yang memiliki pusat belanja moderen. Dia kemudian membangun Sarinah untuk memenuhi kebutuhan rakyat mendapatkan barang-barang murah dengan mutu yang bagus saat itu.

Pada awal berdirinya Sarinah, situasi makro ekonomi Indonesia dalam keadaan sangat buruk. Oleh sebab itu, Sarinah diharapkan akan menjadi stimulator, mediator, dan alat distribusi ke masyarakat luas dan menjalankan fungsinya sebagai stabilisator ekonomi, pelopor dalam pengembangan usaha perdagangan eceran (ritel), serta berpartisipasi dalam perubahan struktur perekonomian Indonesia.

Batik Thamrin City

"Ingat batik, ingat Thamrin City", itulah tagline pusat perbelanjaan yang terletak di jantung kota Jakarta ini. Thamrin City mengklaim dirinya sebagai pusat batik terbesar di Jakarta, bahkan mungkin suatu hari nanti di Asia Tenggara.

Pusat Batik Nusantara Thamrin City diwakili pengrajin batik dari Pekalongan, Yogyakarta, Bantul, Solo, Cirebon, Lasem, Pati, Sampang, Tasikmalaya, Purbalingga, dan akan segera bertambah dari Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Pacitan, Ciamis, Garut.

Selain batik, ada pula kios-kios, lapak tenun, dan pusat busana muslim. Khusus pusat busana Muslim, setiap Senin, Kamis, dan Sabtu, Thamrin City mengadakan Pasar Tasik. Pasar Tasik merupakan pasar grosir besar-besaran yang dibuka sejak pukul 04.00 WIB di hari-hari tersebut, yang selalu padat dipenuhi pembeli, tidak hanya dari Jakarta, juga daerah-daerah lain.

Elektronik Mal Mangga Dua

Pesona kawasan Mangga Dua yang terletak di Jakarta Utara bukan sekadar pusat perbelanjaan. Kawasan yang memiliki tiga mal ini masuk dalam destinasi belanja yang menarik minat banyak wisatawan mancanegara (wisman) juga wisatawan nusantara (wisnus), terutama dari luar Pulau Jawa.

Mangga Dua yang sering dikunjungi adalah kawasan bisnis Mangga Dua. Terdapat beberapa gedung pusat perbelanjaan ber-AC yang saling berhubungan. Gedung-gedung tersebut dihubungkan dengan jembatan untuk memudahkan pengunjung yang ingin pergi dari satu gedung ke gedung lainnya. Bisa dibilang pengunjung, tak perlu berpanas-panasan di luar ruangan untuk mengitari kawasan bisnis Mangga Dua. Namun mungkin, pengaturan terhadap jembatan penghubung antara gedung tersebut lumayan membingungkan untuk yang baru pertama kali ke Mangga Dua.

Elektronik di Glodok

Wilayah Jakarta lekat dengan sejarah dan budayanya yang mendapatkan pengaruh dari Belanda. Jakarta juga dipandang sebagai destinasi wisata belanja yang variatif, salah satunya Glodok sebagai surga belanja elektronik yang menyenangkan.

Bermula sejak zaman sebelum Gubernur Jenderal Jan Pieter Zoon Coen berkuasa, Glodok sudah didiami oleh orang Tionghoa. Namun, setelah terjadinya pemberontakan kaum Tionghoa pada 1740, barulah Glodok menjadi pusat perkampungan mereka. Sesudah pemberontakan ditumpas oleh kompeni, mereka tidak diperbolehkan lagi tinggal di dalam tembok kota yang berada di daerah Glodok. Sejak itulah, Glodok berubah sebagai Pecinan dan pusat perdagangan.

Awal mulanya, pedagang China di daerah Glodok berjualan rempah-rempah, kuliner, dan obat-obatan. Namun sejak 80an, masuk para pedagang pendatang yang berjualan barang-barang elektronik.

Taman Puring

Salah satu tempat di Jakarta yang merupakan surga bagi pengemar wisata belanja adalah Taman Puring.

Bermula sejak 1960an. Ketika itu, Taman Puring masih berupa pangkalan oplet, dimana pedagang pikulan mangkal di sana untuk mengeruk rezeki. Seiring perkembangan zaman, Taman Puring sempat menjadi brand imej tempat penjualan barang-barang selundupan ataupun barang black market.

Namun periode 1980-1990an, nama taman Puring berubah seram, menjadi pusat tadahan barang-barang hasil kriminal. Ada copet yang menjual kembali hasil copetannya ataupun rampok yang juga menjual hasil kerjanya.

Namun, kebakaran pada 2002 mengubah pasar, menjadikan Taman Puring sebagai pasar modern yang tertata dengan rapi. Salah satu saksi mata kebakaran hebat adalah Sukirman, Sekretaris Pengelola Pasar Taman Puring yang kala itu adalah pedagang di pasar ini. Sukirman sendiri mengaku mencari rejeki di Taman Puring sejak 1988.

Pasar Taman Puring murni pasar yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima. Pasar ini dibina oleh Pemda DKI Jakarta, namun untuk pengelolaannya dipercayakan kepada pedagang.

sumber
follow @nasionalisdotme
page   1
2 replies
avatar
passerbaroe said Mar 31, 2012 13:34:33
Waw menarik ya.. Untuk yang mau lihat pasar baru di online-in... bisa visit juga passerbaroe, bisa nemuin berbagai tas lucu yg terjangkau dengan good quality.
avatar
CindyFebhiant said Apr 04, 2012 05:28:26
yang jarang aku kunjungin ya elektronik mangdu.. kalau yg baju2nya sering juga..
Login below to reply: